Pertamina Patra Niaga RU II Dumai

Pertamina Patra Niaga Perkuat Leadership di Tengah Operational Excellence

Pertamina Patra Niaga RU II Dumai telah mengakselerasi regenerasi kepemimpinan dengan membawa puluhan supervisor dan senior supervisor berusia 30-35 tahun ke posisi kepemimpinan di area operasional.

Para leader ini memiliki keahlian teknis mendalam dan penguasaan prosedur operasional yang kuat. Mereka membutuhkan dukungan untuk berkembang dari leader yang mengedepankan keunggulan teknis menjadi multiplier leader, pemimpin yang mampu mengembangkan manusia dan tim di sekitarnya.

Contohnya, para leader melatih skill seperti membaca dinamika tim yang beragam, berkomunikasi efektif, mengambil keputusan yang mempertimbangkan aspek manusia, dan mengelola konflik dengan matang. 

Ketika technical excellence dan people leadership berjalan beriringan, organisasi memiliki multiplier leaders yang unggul dalam eksekusi sekaligus menciptakan pemimpin generasi berikutnya.

Rahasia di Balik Perubahan Mindset & Behaviour dengan Metodologi Aplikatif

Banyak program pelatihan kepemimpinan berhenti sebagai teori di ruang kelas. Peserta menyimak konsep menarik, lalu kembali ke rutinitas harian tanpa adanya perubahan perilaku dan mindset yang konkret.

Dalam program Leading Beyond the Line yang dirancang bersama Gtrust Consultancy, Pertamina Patra Niaga menerapkan pendekatan terintegrasi selama tiga bulan. 

Perubahan perilaku terwujud secara signifikan karena setiap fase pembelajaran dibangun di atas tiga pilar utama:

Modul 1: Leading Self dengan Personal Assessment & Kesadaran Diri

Menggunakan Lumina Spark Self AssessmentSituational Leadership, dan Johari Window, peserta tidak disajikan teori abstrak, melainkan data objektif mengenai kecenderungan perilaku mereka sendiri. 

Hal ini membantu para pemimpin muda memetakan pemicu stres, mengenali blind spot, dan memahami alasan di balik kecenderungan memimpin yang sangat directive di lapangan atau tantangan dalam membagi ruang pendelegasian.

Modul 2: Leading Others dengan FrameworkTools Komunikasi

Konsep kepemimpinan diturunkan menjadi tools praktis (checklist) yang dapat langsung dipakai. Melalui kerangka kerja SBI (Situation-Behavior-Impact) untuk feedback dan model AAA (Ask-Align-Action) untuk difficult conversations, peserta dilatih melalui simulasi dan role play

Hasilnya, peserta semakin mengenal dan memahami lawan bicara, serta terbiasa menggunakan pendekatan komunikasi yang lebih asertif. Lewat tools praktis yang dibagikan, mereka juga semakin terampil menyusun struktur pembicaraan 1-on-1 agar dapat efektif mencapai tujuan dari pembicaraan tersebut tanpa kehilangan fokus. 

Modul 3: Leading in Action dengan Eksekusi Lapangan & Refleksi

Kerangka kerja tanpa eksekusi hanya akan menjadi wacana. Di tahap ini, peserta dibekali metode Fishbone Analysis5 Whys, dan Structured Problem Framing untuk memetakan masalah operasional harian. 

Melalui metode Leaders Action Learning (LAL), peserta wajib menguji tools baru tersebut dalam konteks kerja yang nyata, merespons dinamika lapangan, lalu merefleksikan prosesnya. 

Kombinasi eksperimentasi dan refleksi terstruktur inilah yang mengunci perubahan perilaku dan mindset agar benar-benar melekat dan berkelanjutan.

Dampak dari Menjembatani Operational Excellence dan People Leadership

Program ini terbukti mentransformasi mindset dan perilaku puluhan Supervisor dan Senior Supervisor di area operasional. 

Pemimpin muda yang sebelumnya berfokus penuh pada efisiensi, kontrol, dan target teknis kini mulai mengintegrasikan antara menjaga standar operasional sekaligus memberdayakan tim di dalamnya.

Integrasi tersebut mewujud dalam dua perubahan perilaku utama di lapangan:

1. Pemecahan Masalah yang Sistematis 

Saat tekanan operasional tinggi, peserta tak lagi mengambil keputusan secara terburu-buru. Mereka terbiasa menggunakan Fishbone Analysis untuk melacak akar masalah secara terstruktur, mempertimbangkan risiko, serta merencanakan strategi komunikasi agar solusi dapat dieksekusi dengan baik oleh tim.

Salah satu peserta berkata “Dulu saya menyelesaikan masalah berbasis insting. Sekarang saya jauh lebih sistematis dengan mencari akar masalah dari berbagai sisi. Keputusan saya lebih solid dan tim menjadi lebih percaya.”

2. Kepemimpinan yang Memberdayakan& Adaptif

Kesadaran atas keterbatasan diri saat berada di bawah tekanan membuat para pemimpin ini lebih peka terhadap kondisi tim. Paradigma mereka bergeser dari sekadar menuntut target secara sepihak, menjadi berfokus menciptakan kondisi kerja yang mendukung setiap anggota tim untuk memberikan performa terbaiknya.

Salah satu peserta berkata  “Saya menyadari setiap anggota tim memiliki karakter yang berbeda. Saya tidak bisa memperlakukan semua orang dengan pendekatan yang sama, sayalah yang harus menyesuaikan gaya kepemimpinan saya.”

Pada akhirnya, operational excellence dan people leadership bukan lagi dua hal yang saling bertolak belakang. 

Melalui pendekatan program Gtrust Consultancy, para pemimpin muda Pertamina Patra Niaga mampu maintain kualitas operasional sekaligus membangun budaya kerja yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Saat Regenerasi Kepemimpinan Menjadi Momentum Transformasi Budaya

Pengalaman Pertamina Patra Niaga membuktikan bahwa regenerasi kepemimpinan tidak harus menjadi risiko operasional. 

Melalui integrasi personal assessmentframework praktis, dan eksekusi langsung di lapangan, organisasi dapat mentransformasi generasi pemimpin muda dari yang unggul secara teknis menjadi pemimpin yang juga matang dalam people leadership." 

Ketika puluhan leader menjalani proses transformasi menggunakan tools yang konsisten, dampaknya membentuk budaya organisasi baru. 

Tercipta bahasa bersama (common language) tentang kepemimpinan, kesadaran kolektif bahwa proses memimpin sama pentingnya dengan hasil akhir, serta pemahaman utuh bahwa operational excellence dan people leadership adalah dua dimensi yang saling menguatkan.

Keunggulan dalam eksekusi operasional para pemimpin kini diperlengkap dengan kematangan dalam memimpin manusia, menciptakan fondasi budaya kepemimpinan yang adaptif, solid, dan berkelanjutan

Apakah Organisasi Anda Sedang Menghadapi Tantangan dalam Regenerasi Kepemimpinan?

Jika organisasi Anda sedang mengalami transisi serupa dan ingin memastikan generasi pemimpin baru tangguh dalam eksekusi sekaligus matang dalam people leadership, Gtrust Consultancy siap menjadi mitra strategis.

Kami membantu para pemimpin HR dan Direksi operasional menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Bagaimana mempersiapkan pemimpin operasional agar mampu memimpin dengan kesadaran diri dan empati?
  • Bagaimana merancang program kepemimpinan yang benar-benar berdampak di lapangan?
  • Bagaimana membangun momentum perubahan budaya kerja melalui pengembangan kepemimpinan yang terstruktur?

Bersama Gtrust Consultancy, mari rancang perjalanan transformasi kepemimpinan yang relevan dengan tantangan dan konteks organisasi. Melalui kombinasi assessment mendalam, practical framework, dan mekanisme action learning yang mengunci perubahan perilaku dan mindset tim.

Mari Berdiskusi dengan Tim Konsultan Kami: