GoTo

GoTo Perkuat Evaluasi Program Training agar Lebih Berdampak bagi Bisnis

Sebagai salah satu ekosistem teknologi terbesar di Indonesia, GoTo secara konsisten berinvestasi dalam pengembangan talenta untuk mendukung pertumbuhan organisasi yang dinamis dan inovatif.

Dalam konteks ini, fungsi Learning & Development (L&D) memiliki peran strategis dalam merancang program pembelajaran yang tidak hanya relevan bagi pengembangan individu, tetapi juga selaras dengan prioritas bisnis organisasi.

Seiring berkembangnya berbagai inisiatif pengembangan talenta, evaluasi pembelajaran menjadi aspek penting untuk membantu organisasi memahami sejauh mana program training berkontribusi terhadap perubahan perilaku di tempat kerja maupun dampaknya terhadap kinerja organisasi.

Untuk memperkuat praktik evaluasi tersebut, GoTo bekerja bersama Gtrust Consultancy dalam sebuah sesi fasilitasi yang dirancang untuk membantu tim L&D mengeksplorasi pendekatan evaluasi pembelajaran yang lebih terstruktur, praktis, dan selaras dengan kebutuhan organisasi.

Membuka Ruang Refleksi: Seberapa Tinggi Dampak yang Ingin Dicapai?

Sesi dimulai dengan sebuah aktivitas bernama “How High Can You Go?”. Dalam aktivitas ini, peserta diminta menempatkan sticky notes setinggi mungkin pada dinding sebagai simbol dari aspirasi dan dampak yang ingin mereka capai melalui program pembelajaran yang mereka rancang.

Aktivitas ini menjadi pembuka untuk mendiskusikan bagaimana tim L&D memandang peran mereka dalam organisasi. Beberapa refleksi yang muncul dari peserta antara lain:

  • menciptakan dampak pembelajaran yang lebih luas bagi organisasi
  • meningkatkan nilai strategis fungsi Learning & Development
  • mengantisipasi kebutuhan pengembangan kompetensi di masa depan
  • memberdayakan internal facilitator dalam organisasi
  • terus meningkatkan kualitas program pembelajaran secara berkelanjutan

Diskusi ini membantu peserta kembali melihat bahwa tujuan utama dari setiap program pembelajaran adalah memastikan bahwa pembelajaran tersebut mendorong perubahan yang relevan bagi bisnis.

Merancang Evaluasi Pembelajaran dengan Kerangka yang Terstruktur

Pada sesi Designing Impactful Learning Evaluation, peserta mengeksplorasi bagaimana merancang evaluasi pembelajaran menggunakan Kirkpatrick Model, sebuah kerangka yang umum digunakan untuk menilai efektivitas program pelatihan melalui empat level evaluasi: Reaction, Learning, Behavior, dan Results.

Peserta bekerja dalam kelompok untuk menganalisis program pembelajaran yang mereka jalankan dan merancang pendekatan evaluasi yang sesuai dengan tujuan program tersebut.

Diskusi paling mendalam terjadi ketika peserta mencoba mengidentifikasi Level 4: Results yang ingin dicapai dari program mereka, serta menentukan Level 3: Behavior yang perlu diukur untuk melihat perubahan di tempat kerja.

Bagi banyak peserta, proses ini menyoroti tantangan yang sering dihadapi dalam praktik evaluasi pembelajaran, bagaimana melangkah melampaui Level 2: Learning dan mulai menghubungkan program training dengan perubahan perilaku serta dampak organisasi.

Sepanjang sesi, peserta aktif berdiskusi dengan fasilitator, bertukar perspektif dengan kelompok lain, serta mengeksplorasi berbagai pendekatan untuk merancang evaluasi yang lebih relevan dengan kebutuhan organisasi.

Di akhir sesi, fasilitator juga membagikan beberapa praktik yang umum digunakan organisasi untuk menentukan level evaluasi mana yang paling relevan untuk diukur, bergantung pada jenis program pembelajaran yang dijalankan.

Memperkaya Perspektif melalui Studi Kasus Nyata dan Observasi

Untuk memperluas perspektif, setiap kelompok kemudian menampilkan rancangan evaluasi mereka melalui aktivitas Gallery Walk.

Peserta berkeliling untuk melihat desain evaluasi dari kelompok lain sekaligus memberikan masukan dan ide tambahan. Proses ini menciptakan ruang eksplorasi melalui observasi langsung terhadap berbagai pendekatan, sekaligus membuka pertukaran ide antar peserta.

Beberapa ide menarik yang muncul dari diskusi ini antara lain:

  • pendekatan pengumpulan data terkait jumlah tantangan yang dilaporkan setelah program sebagai indikator perubahan perilaku
  • cara menghubungkan dampak yang bersifat intangible seperti kolaborasi atau komunikasi dengan indikator dampak organisasi

Pertukaran perspektif ini membantu peserta memperkaya cara pandang mereka dalam merancang evaluasi program pembelajaran.

Memahami Pengukuran Dampak melalui Phillips ROI Method

Sebagai bagian dari pendalaman materi, peserta mengikuti sesi Deep Dive into Phillips ROI Method yang dibawakan oleh seorang praktisi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang Sales dan Sales Learning & Development.

Dalam sesi ini, peserta mengeksplorasi dan berlatih menyusun model pengukuran ROI sehingga mereka dapat langsung menerapkan konsep dalam konteks program pembelajaran di organisasi masing-masing. 

Pendekatan ini membantu peserta memahami bagaimana organisasi dapat mengukur dampak pembelajaran secara lebih komprehensif, termasuk melalui Return on Investment (ROI).

Diskusi juga menyoroti bahwa selain dampak finansial, banyak manfaat pembelajaran lain yang penting untuk dipahami, seperti:

  • meningkatnya motivasi dan moral tim
  • tingkat engagement karyawan yang lebih tinggi
  • berkurangnya turnover
  • peningkatan produktivitas kerja

Pemahaman ini membantu peserta melihat evaluasi pembelajaran sebagai cara untuk memahami kontribusi program development terhadap kinerja organisasi secara lebih luas.

Meningkatnya Kepercayaan Diri Tim L&D dalam Merancang Evaluasi

Di akhir sesi, peserta merefleksikan pemahaman serta tingkat kepercayaan diri mereka dalam merancang evaluasi pembelajaran.

Sebagian besar peserta melaporkan peningkatan keyakinan dalam merancang evaluasi pembelajaran yang lebih sistematis. 

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa, mereka menjadi lebih siap untuk:

  • menentukan level evaluasi yang sesuai untuk berbagai program pelatihan
  • menghubungkan pembelajaran dengan perubahan perilaku di tempat kerja
  • merancang evaluasi yang lebih terstruktur dan berkesinambungan
  • mengomunikasikan dampak pembelajaran yang terukur kepada stakeholder secara strategis

Selain itu, peserta juga membagikan refleksi mengenai pengalaman belajar mereka selama sesi berlangsung.

Salah satu peserta menyampaikan “Semua kembali pada dampak. Sesi ini membantu kami melihat data apa saja yang perlu dirancang agar program pembelajaran yang kami jalankan benar-benar memberikan nilai bagi organisasi.”

Peserta lain juga menyoroti manfaat dari pendekatan yang langsung menggunakan studi kasus program mereka sendiri: “Mengerjakan studi kasus dari program kami sendiri dan mendapatkan masukan dari kelompok lain memberikan banyak ide praktis yang bisa langsung kami terapkan.”

Menjadikan Evaluasi sebagai Bagian dari Desain Program Pembelajaran

Melalui sesi fasilitasi ini, tim Learning & Development GoTo memperdalam pemahaman mereka tentang kerangka evaluasi pembelajaran dan mengeksplorasi bagaimana proses evaluasi dapat diintegrasikan sejak tahap awal perancangan program.

Dengan menghubungkan tujuan pembelajaran, indikator perilaku, serta hasil organisasi secara lebih sistematis, evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat strategis untuk memahami kontribusi program pengembangan talenta terhadap tujuan organisasi yang lebih luas.

Pendekatan ini membantu memastikan bahwa program pembelajaran bisa memberikan pengalaman belajar sekaligus mendorong perubahan perilaku di tempat kerja serta kontribusi yang lebih jelas terhadap kinerja organisasi.

Pada akhirnya, program pembelajaran yang berdampak tidak hanya ditentukan oleh kualitas materi atau fasilitasi, tetapi juga oleh kejelasan tujuan serta bagaimana organisasi secara sistematis mengukur perubahan yang ingin dicapai.