Program Pembelajaran yang Dirancang untuk Mengubah Cara Tim Anda Bekerja
Di tengah tuntutan kerja yang semakin kompleks, banyak organisasi menghadapi tantangan yang sama:
- Pola pikir tim sulit berkembang
- Kolaborasi tidak berjalan optimal
- Keputusan berulang tanpa perbaikan
- Insight dari training tidak terimplementasi
Bukan karena tim Anda tidak mampu. Sering kali, proses belajar belum menyentuh cara mereka bekerja sehari-hari.
Di Gtrust Consultancy, kami merancang Facilitated Learning, proses belajar berbasis pengalaman dan refleksi yang membantu tim benar-benar bekerja secara berbeda.
Bagaimana Facilitated Learning Membantu Mengubah Cara Kerja Tim Anda?
Kami memberikan materi sekaligus merancang proses belajar yang terhubung langsung dengan konteks organisasi Anda. Kami percaya, perubahan perilaku tidak terjadi dalam satu sesi.
Diagnosis yang mendalam, stakeholder interview & alignment session, observasi dinamika tim & konteks kerja, identifikasi gap antara kondisi saat ini dan yang diharapkan, serta mapping tantangan spesifik.
Sesi dirancang sebagai ruang belajar aktif, peserta mengalami langsung dinamika yang mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari simulasi, diskusi reflektif, roleplay & decision-making exercise, serta problem solving berbasis kasus aktual.
Proses setelah sesi selesai dilanjutkan dengan action plan berbasis konteks kerja peserta, coaching & reflection checkpoint, monitoring implementasi di tempat kerja, serta feedback loop untuk memastikan perubahan berjalan.
Fasilitator Membantu Mengubah Cara Tim Berpikir dan Bekerja
Fasilitator berperan sebagai penjaga proses berpikir dan dinamika belajar tim. Mereka membantu peserta melihat blind spot yang sering tidak disadari, memastikan setiap suara didengar, dan menjaga diskusi tetap konstruktif, bahkan saat membahas konflik tanpa defensif.
Lebih dari itu, fasilitator memastikan setiap keputusan dan insight yang muncul tetap relevan dengan tantangan nyata organisasi sehingga dapat langsung diterapkan dalam cara kerja tim.
Mengapa Pendekatan Fasilitatif Menghasilkan Perubahan Nyata?
Experiential Learning — Belajar dari Pengalaman Nyata
Peserta terlibat dalam simulasi yang merefleksikan dinamika organisasi untuk menghadapi tekanan seperti di pekerjaan nyata, membuat keputusan dengan konsekuensi langsung, dan melihat dampak dari pilihan yang diambil.
Insight-Driven Self Awareness — Menyadari Pola Tidak Terlihat
Melalui refleksi yang terfasilitasi, peserta menyadari bagaimana pola pikir, kebiasaan, dan respons personal memengaruhi keputusan dan dinamika tim. Proses ini membuat peserta terlibat aktif dalam diskusi yang relevan sehingga insight yang muncul personal dan terasa pada cara kerja.
Evidence-Based Tools — Didukung Framework dan Tools Teruji
Tools dan pendekatan yang digunakan berbasis kerangka kerja yang telah teruji sehingga proses pembelajaran memiliki struktur jelas, membantu peserta memahami dinamika yang terjadi dan memberikan landasan kuat untuk diterapkan dalam konteks pekerjaan.
Perubahan Nyata yang Terlihat dalam Cara Tim Bekerja
Facilitated Learning membantu tim berpikir lebih terbuka dan sistemik, mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang, membangun kolaborasi yang lebih efektif, serta menggeser kebiasaan kerja ke arah yang lebih produktif dan relevan dengan kebutuhan pekerjaan.
Kami menyesuaikan desain pembelajaran dengan kebutuhan organisasi Anda.
Semua program dapat dirancang sesuai dengan budaya, tantangan, dan tujuan organisasi Anda.
Agent of Change Program: Enabling Agent of Change Across the Organization
Organisasi yang ingin bertumbuh berkelanjutan membutuhkan strategi yang kuat dan kapabilitas perubahan yang terdistribusi. Tantangan terbesar adalah merancang perubahan sekaligus menjaga ritmenya tetap hidup di tengah tekanan operasional.
Sering kali perubahan dimulai dengan energi tinggi, tetapi melambat karena:
- Inisiatif tidak terkoordinasi lintas fungsi
- Individu tidak memahami makna perubahan
- Stakeholder engagement tidak terkelola
- Tidak ada mekanisme refleksi & sustainment
- Kesenjangan antara arah organisasi dan kesiapan individu membuat perubahan tidak tertanam secara sistemik.
Program AoC dirancang sebagai Capability Transformation Journey, perjalanan 12 bulan untuk membangun kapabilitas perubahan yang terintegrasi dalam cara berpikir, berinteraksi, dan bekerja.
Apa yang Dilakukan Program Ini?
Peserta akan memahami dinamika perubahan melalui pendekatan yang mengintegrasikan model seperti Kotter 8-Step dan ADKAR, serta mengenali gaya interaksi diri dalam menghadapi perubahan.
Melalui proses sensemaking, peserta merancang inisiatif perubahan, menguji melalui prototyping, dan menjalankan implementasi secara terstruktur.
Proses ini diperkuat dengan sesi coaching, checkpoint, serta forum presentasi untuk memastikan perubahan dapat dijalankan dan berdampak dalam konteks organisasi.
Apa yang Akan Didapatkan oleh Peserta?
- Mengembangkan kemampuan membaca konteks perubahan secara sistemik
- Menerjemahkan arah strategis ke dalam inisiatif nyata
- Mengelola stakeholder & resistensi perubahan
- Membangun adaptive execution capability
- Menginstitusionalisasi perubahan sebagai bagian dari cara kerja organisasi
Cocok untuk: Selected change agents/champions, middle managers, cross-functional initiative leaders, high potential talents
Leadership Transformation Journey: Strengthening Leadership for Organizational Impact
Organisasi modern menghadapi tekanan yang semakin kompleks: perubahan pasar yang cepat, tuntutan kinerja yang tinggi, serta kebutuhan kolaborasi lintas fungsi yang semakin intens. Dalam situasi ini, peran pemimpin menjadi krusial, sebagai pengambil keputusan sekaligus penggerak sistem, pembentuk budaya, dan pengarah strategi.
Namun dalam praktiknya, banyak pemimpin dipromosikan karena kompetensi teknis, bukan karena kesiapan kepemimpinan. First-time leaders kesulitan beralih dari doer menjadi enabler. Middle managers terjebak dalam operasional dan firefighting. Senior leaders terdorong kembali ke mode reaktif karena tekanan stakeholder.
Akibatnya, muncul micromanagement, konflik lintas fungsi, strategy–execution gap, hingga transformasi yang tidak sustain. Organisasi membutuhkan pemimpin yang mampu berkembang seiring dengan kompleksitas perannya untuk menjalani perjalanan transformasi yang bertahap dan terstruktur.
Leadership Transformation Journey dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut untuk membangun kapasitas kepemimpinan secara progresif, sistemik, dan berdampak bisnis.
Apa yang Dilakukan Program Ini?
Peserta akan menjalani perjalanan kepemimpinan yang mencakup level diri, tim, hingga organisasi, melalui simulasi dan tantangan yang merefleksikan tekanan nyata di tempat kerja.
Proses ini membantu peserta bergeser dari peran kontributor menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan orang dan sistem, sekaligus menerjemahkan strategi ke dalam eksekusi yang selaras.
Peserta juga akan berlatih membentuk budaya dan memimpin perubahan, yang diperkuat dengan action learning selama 30 hari setelah sesi.
Apa yang Akan Didapatkan oleh Peserta?
- Mengalami identity shift sebagai leader
- Mengembangkan systemic & strategic thinking
- Mampu menerjemahkan strategi menjadi eksekusi
- Mengambil keputusan dengan perspektif bisnis
- Menjadi architect of culture & transformation
Cocok untuk:
- Emerging leaders (first-line leaders, first-time leaders)
- Middle managers (managers of managers, dept heads)
- Senior leaders / executives (, VPs, SVPs, BOD or C-Suite minus one)
Pre-Retirement Program: Trail to New Horizons: Designing the Next Chapter with Intention
Banyak organisasi telah menyiapkan program pensiun yang berfokus pada perhitungan dana dan simulasi finansial. Namun realitas menunjukkan bahwa kesiapan finansial saja tidak menjamin kesiapan hidup. Masa pensiun adalah transisi identitas, perubahan ritme hidup, pergeseran peran dalam keluarga, serta redefinisi makna kontribusi.
Tanpa persiapan yang terstruktur, individu sering mengalami kehilangan arah, fear of irrelevance, kebingungan menentukan aktivitas pasca-karier, bahkan konflik relasional dengan pasangan yang kini berbagi ruang dan waktu lebih intens. Tidak sedikit pula yang mengalami pesangon cepat habis karena tidak ada perencanaan yang matang dan realistis.
Di sisi organisasi, transisi pensiun yang tidak sehat dapat berdampak pada turunnya engagement menjelang masa purnabakti, rendahnya knowledge transfer, serta potensi reputational risk apabila mantan karyawan menghadapi kesulitan finansial atau sosial.
Program Persiapan Masa Pensiun Gtrust dirancang sebagai perjalanan 10 tahun menuju garis finish sebagai checkpoint strategis yang membantu peserta membangun kesiapan secara menyeluruh: emosional, mental, fisik, finansial, relasional, dan makna hidup.
Pensiun adalah fase baru yang perlu dirancang secara sadar.
Apa yang Dilakukan Program Ini?
Peserta akan mempersiapkan transisi menuju masa pensiun melalui tiga tahapan strategis, mulai dari refleksi awal hingga integrasi kesiapan secara menyeluruh.
Proses ini mencakup pemetaan kesiapan individu dari berbagai aspek kehidupan, dilengkapi dengan simulasi finansial, kesadaran kesehatan, serta eksplorasi pilihan peran setelah pensiun. Peserta juga akan melibatkan keluarga dalam proses penyelarasan, serta diperkuat melalui sesi coaching terstruktur untuk memastikan rencana yang disusun benar-benar siap dijalankan.
Apa yang Akan Didapatkan oleh Peserta?
- Mengembangkan kesiapan transisi yang utuh (emosional, finansial, relasional, dan makna hidup)
- Menguatkan identitas diri di luar jabatan dan peran profesional
- Memvalidasi kesiapan finansial melalui simulasi cash flow dan gap analysis
- Mendesain blueprint kehidupan pasca pensiun yang realistis dan bermakna
- Mengelola dinamika relasi keluarga secara lebih sehat
- Memiliki Retirement Action Plan yang konkret dan teruji
- Meningkatkan rasa percaya diri dan ketenangan dalam menghadapi masa purnabakti
Cocok untuk: Karyawan senior yang akan memasuki masa purnabakti dalam jangka waktu 10 tahun, 5 tahun, dan 2 tahun, pasangan atau keluarga (pada sesi tertentu)
CTA: Konsultasi Gratis Sekarang
Values Internalization: From Knowing the Values to Living the Values
Banyak organisasi memiliki nilai dan misi yang jelas tertulis di dinding kantor dan website. Namun tantangan sesungguhnya adalah memastikan nilai tersebut benar-benar hidup dalam perilaku sehari-hari.
New hires sering kali memasuki organisasi dengan semangat tinggi, tetapi tanpa pemahaman mendalam tentang konteks sejarah, makna nilai, dan ekspektasi perilaku yang menyertainya. Tanpa proses internalisasi yang kuat, onboarding menjadi administratif, bukan transformasional.
Akibatnya:
- Nilai hanya menjadi slogan, bukan kompas perilaku
- Budaya berkembang tidak konsisten antar unit
- New hires mengalami culture shock
- Alignment terhadap misi organisasi berjalan lambat
Program Values Internalization dirancang untuk memastikan bahwa onboarding sebagai proses pembentukan identitas profesional yang selaras dengan nilai dan aspirasi organisasi.
Apa yang Dilakukan Program Ini?
Peserta akan menggali makna di balik nilai organisasi dan menerjemahkannya ke dalam perilaku kerja sehari-hari. Melalui simulasi kasus dan diskusi dilema etika, peserta mengalami langsung dinamika yang terjadi di tempat kerja, sekaligus merefleksikan keselarasan nilai pribadi dengan nilai organisasi.
Proses ini dilengkapi dengan dialog lintas generasi dan diakhiri dengan komitmen perilaku yang akan diterapkan dalam 30–60 hari ke depan.
Apa yang Akan Didapatkan oleh Peserta?
- Memahami makna mendalam dari nilai & misi organisasi
- Menghubungkan nilai organisasi dengan nilai personal
- Mengidentifikasi perilaku konkret yang mencerminkan nilai tersebut
- Mengembangkan sense of belonging sejak awal
- Meningkatkan komitmen dan ownership terhadap budaya organisasi
Cocok untuk: New hires (0–12 bulan), Graduate trainee/MT program, Internal transfer employees
Business Acumen Simulation: Rewiring Business Acumen for Performance Impact through Business Simulation
Dalam banyak organisasi, profesional bekerja secara unggul di bidangnya masing-masing, tetapi tidak selalu memahami bagaimana keputusan mereka memengaruhi keseluruhan bisnis. Tim marketing fokus pada campaign, operasional fokus pada efisiensi, finance fokus pada kontrol biaya, tetapi sedikit yang benar-benar melihat gambaran end-to-end.
Keterbatasan business awareness ini sering memicu silo antar fungsi, diskusi yang berbasis opini, dan keputusan yang tidak mempertimbangkan trade-off jangka panjang. Banyak individu tidak memahami bagaimana cash flow bekerja, bagaimana margin terbentuk, atau bagaimana customer value berdampak pada market value.
Di tengah tekanan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis, organisasi membutuhkan lebih dari sekadar functional excellence. Mereka membutuhkan enterprise mindset, kemampuan melihat organisasi sebagai sistem yang saling terhubung dan memahami bagaimana setiap keputusan menciptakan atau menghancurkan nilai.
Program ini menghadirkan pengalaman simulasi bisnis yang memungkinkan peserta belajar secara langsung, membuat keputusan nyata, dan melihat konsekuensinya dalam konteks bisnis yang utuh.
Apa yang Dilakukan Program Ini?
Peserta akan mengikuti simulasi bisnis end-to-end untuk memahami keterkaitan antara keputusan operasional, finansial, dan strategis.
Melalui proses ini, peserta mengasah pemahaman finansial dan cara berpikir berbasis profit & loss, sekaligus melihat bagaimana value chain dan penggunaan aset memengaruhi kinerja bisnis.
Peserta juga dihadapkan pada pengambilan keputusan dalam tekanan serta dinamika kolaborasi lintas fungsi, yang kemudian direfleksikan untuk diterapkan dalam konteks bisnis nyata.
Apa yang Akan Didapatkan oleh Peserta?
- Memahami bisnis secara end-to-end
- Mengambil keputusan berbasis trade-off
- Mengembangkan enterprise mindset
- Meningkatkan kolaborasi lintas fungsi
- Meningkatkan kualitas diskusi bisnis & alignment
Cocok untuk: Professionals across functions, middle managers, senior leaders, cross-functional project teams
Sales Excellence Program: Integrating Mindset, Strategy & Communication for Revenue Impact
Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, performa sales tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk atau agresivitas target. Banyak tim sales bekerja keras, memiliki pipeline yang cukup, bahkan aktif melakukan follow-up—tetapi closing rate tetap stagnan. Permasalahannya sering kali ada cara berpikir dan cara berkomunikasi.
Sales professionals sering terjebak dalam mental model yang membatasi: melihat klien sebagai pihak yang “sulit diyakinkan”, menganggap keberatan sebagai penolakan personal, atau merasa kurang didukung oleh fungsi lain. Pola ini menciptakan pendekatan yang reaktif dan transaksional, bukan konsultatif dan strategis.
Akibatnya, percakapan menjadi kurang berdampak, objection tidak tertangani secara elegan, negosiasi kehilangan arah, dan relasi jangka panjang tidak terbangun dengan kuat. Di sisi lain, organisasi mengharapkan sales team yang mampu membangun trust, memahami kebutuhan bisnis klien, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan.
Program ini menjadi urgent karena sales performance hari ini tidak hanya soal “menjual lebih banyak”, tetapi tentang mengubah cara berpikir dan berinteraksi, mulai dari pushing product menjadi creating value.
Apa yang Dilakukan Program Ini?
Peserta akan menggeser pola pikir sales menjadi lebih konsultatif melalui reframing mental model yang membangun kepercayaan diri dan ketahanan dalam menghadapi klien.
Mereka berlatih komunikasi strategis dan storytelling persuasif, serta menjalankan simulasi percakapan sales yang terstruktur dari awal hingga akhir funnel.
Peserta juga dihadapkan pada situasi objection dan negosiasi dalam tekanan, serta memahami peran sales dalam menciptakan nilai dan dampak bisnis, yang diperkuat melalui simulasi kasus nyata dan feedback intensif.
Apa yang Akan Didapatkan oleh Peserta?
- Mengubah mental model dari “menjual” menjadi “menciptakan nilai”
- Berkomunikasi dengan lebih percaya diri dan strategis
- Mengelola objection dan negosiasi dengan pendekatan konsultatif
- Memahami dampak peran sales terhadap revenue & sustainability bisnis
- Meningkatkan ownership dan resilience dalam menghadapi tekanan target
Cocok untuk: Sales representatives, key account managers, sales supervisors, sales admin, cross-functional team yang berinteraksi dengan klien
Teamwork & Collaboration: Building Sustainable Team Synergy for Functional Teams & Long-Term Collaboration
Tim yang bekerja dalam struktur permanen sering menghadapi tantangan jangka panjang: konflik laten, komunikasi tidak efektif, silo antar fungsi, serta perbedaan gaya kerja yang tidak terkelola.
Seiring waktu, trust dapat menurun, clarity memudar, dan akuntabilitas melemah. Produktivitas mungkin tetap berjalan, tetapi tanpa sinergi optimal.
Organisasi membutuhkan tim yang “bekerja bersama” sekaligus benar-benar saling memahami, percaya, dan bertanggung jawab atas hasil kolektif.
Apa yang Dilakukan Program Ini?
Peserta akan memetakan tingkat kepercayaan dan psychological safety dalam tim, serta menyelaraskan peran dan ekspektasi melalui sesi yang terstruktur. Mereka mengeksplorasi dinamika konflik dan gaya komunikasi, lalu mengujinya dalam simulasi kolaborasi lintas fungsi.
Proses ini membantu tim membangun akuntabilitas bersama dan menyusun ulang kesepakatan kerja agar dapat berfungsi sebagai satu sistem yang lebih solid.
Apa yang Akan Didapatkan oleh Peserta?
- Meningkatkan trust & keterbukaan komunikasi
- Memperjelas peran dan ekspektasi
- Mengelola konflik secara konstruktif
- Menguatkan kolaborasi lintas fungsi
- Membangun kesepakatan kerja tim yang sustain
Cocok untuk: Cross-functional teams, department teams
Teamwork & Collaboration: High-Performance Sprint Collaboration for Project Teams & Short-Term Execution
Project teams memiliki tekanan berbeda: timeline ketat, anggota lintas fungsi, tujuan spesifik, dan durasi terbatas. Tantangannya tentu pada kompetensi teknis, sekaligus kecepatan alignment dan trust building.
Tanpa struktur kolaborasi yang jelas:
- Kick-off lambat
- Decision-making tidak efektif
- Konflik tidak terselesaikan
- Deadline terancam
Program ini membantu project teams membangun alignment dan execution discipline dengan cepat.
Apa yang Dilakukan Program Ini?
Peserta akan menyelaraskan arah tim secara cepat melalui workshop alignment, sekaligus memperjelas tujuan proyek dan indikator keberhasilan.
Mereka merancang alur pengambilan keputusan, mekanisme eskalasi, serta ritme komunikasi tim, lalu mengujinya dalam simulasi kerja di bawah tekanan. Proses ini dilengkapi dengan refleksi sprint untuk membantu tim menjaga kualitas eksekusi secara konsisten.
Apa yang Akan Didapatkan oleh Peserta?
- Membangun alignment sejak awal proyek
- Meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan
- Mengelola tekanan dan konflik proyek
- Menjalankan kolaborasi secara disiplin dan terukur
- Menghasilkan proyek dengan koordinasi yang lebih efektif
Cocok untuk: Project teams, task force, innovation teams
Operational Excellence Program: Driving Performance Through Lean Six Sigma Discipline
Di tengah tekanan efisiensi, peningkatan kualitas, dan cost control, organisasi sering menjalankan berbagai inisiatif perbaikan proses tanpa pendekatan sistemik. Hasilnya adalah perbaikan parsial, bukan transformasi operasional.
Banyak permasalahan muncul dari:
- Waste yang tidak teridentifikasi
- Variasi proses yang tidak terkendali
- Decision-making berbasis asumsi
- Tidak adanya culture continuous improvement
Operational Excellence membutuhkan mindset disiplin berbasis data dan problem-solving yang sistemik.
Apa yang Dilakukan Program Ini?
Peserta akan mengembangkan kemampuan berpikir sistemik melalui pendekatan Lean Six Sigma, mulai dari mendefinisikan masalah, mengidentifikasi akar penyebab, hingga memetakan proses dan menemukan potensi waste.
Proses ini diperkuat dengan pengambilan keputusan berbasis data dan pemahaman dasar statistical thinking, serta diakhiri dengan penyusunan rencana perbaikan yang terstruktur dan berkelanjutan dalam konteks kerja nyata.
Apa yang Akan Didapatkan oleh Peserta?
- Memahami prinsip Lean & Six Sigma secara praktis
- Mengidentifikasi waste & bottleneck dalam proses kerja
- Menggunakan pendekatan berbasis data untuk perbaikan
- Mendesain improvement project yang terukur
- Membangun budaya continuous improvement
Cocok untuk: Operational managers (atau semua supervisor, manager, dan team leaders, process owner, continuous improvement teams, quality assurance professionals
What Our Partners Say About Us
Gtrust added depth to our activities, and their team displayed a wonderful blend of talent and effective facilitation methods. It was a valuable experience.
Dwi Yuliawati Faiz
Head of Programme UN Women
Gtrust’s team building program stands out for their competence and ability to mingle seamlessly within our team. The program was not only productive but also a lot of fun, thanks to the excellent facilitators. Personally, I gained valuable insights about myself and from my team members.
Suryani
Advisor Process & Facilities Upstream Technical Centre at Pertamina
The follow-up session conducted by Gtrust after the program 3 months ago allowed us to assess how much we have improved our performance based on GROWS in achieving the goals we set, particularly in terms of effective communication to build a successful team.
Shinta Caroline
Head of Patient Value Access PT. Takeda Indonesia
Hal yang Sering Ditanyakan
Kami merekomendasikan format offline (tatap muka) agar simulasi dan dinamika kelompok berjalan maksimal. Namun, kami juga memiliki modul yang dirancang khusus untuk format hybrid atau full online menggunakan platform kolaborasi digital tanpa mengurangi esensi interaksi fasilitatifnya.
Durasi sangat bergantung pada kedalaman masalah, tetapi durasi rata-rata untuk satu modul pelatihan fisik/intensif adalah 2,5 hari. Namun, jika program tersebut mencakup sesi tindak lanjut (post-workshop), durasinya bertambah dengan adanya masa pendampingan atau penguatan selama 30 hari hingga 3 bulan.
Untuk menjaga kualitas fasilitasi dan kedalaman refleksi, jumlah ideal adalah 15–25 orang. Namun, untuk program kami dapat menyesuaikan desain untuk skala yang lebih besar.
Tidak ada modul yang benar-benar "plug-and-play". Kami akan melakukan Diagnostic Phase (wawancara stakeholder & survei) untuk menyesuaikan studi kasus, simulasi, dan terminologi yang digunakan agar relevan dengan industri dan budaya organisasi Anda.
Bisa. Kami dapat berperan sebagai desainer instruksional dan fasilitator untuk membungkus materi internal perusahaan Anda ke dalam pendekatan facilitated learning agar lebih berdampak dan tidak membosankan.
Pada prinsipnya, kami ingin memudahkan Anda. Segala kebutuhan teknis dapat kita koordinasikan bersama. Tim Gtrust akan mendampingi Anda dalam proses persiapan agar semuanya berjalan lancar. Tugas utama Anda cukup memastikan ketersediaan waktu peserta dan memberikan akses bagi kami untuk melakukan diagnosis awal agar program tepat sasaran. Sisanya (alat peraga, materi, hingga manajemen sesi), biar kami yang urus.
Fleksibel. Kami bisa mengadakan sesi di kantor Anda jika fasilitas memadai (In-house), atau di hotel/ruang pertemuan luar kantor untuk menciptakan suasana baru yang lebih fokus.
Sangat bisa. Kami berpengalaman memfasilitasi program untuk organisasi di berbagai wilayah Indonesia. Untuk kebutuhan ini, komponen biaya transportasi dan akomodasi tim fasilitator akan didiskusikan secara transparan dalam proposal.
Karena Facilitated Learning sangat bergantung pada dinamika kelompok, kami menyarankan jumlah peserta tetap sesuai kesepakatan awal. Namun, jika ada perubahan mendadak, kami dapat melakukan penyesuaian desain simulasi di lokasi asalkan jumlah minimum peserta tetap terpenuhi.
Investasi bersifat kustom (tailor-made). Biaya ditentukan berdasarkan cakupan diagnosis, jumlah peserta, durasi pendampingan pasca-sesi, dan tingkat kustomisasi simulasi yang diperlukan. Kami akan memberikan proposal transparan setelah sesi diskusi awal.
Kami memiliki kapasitas untuk menangani program skala besar (multi-batch). Kami akan mengatur jadwal secara strategis agar tidak mengganggu operasional perusahaan Anda dan memastikan kualitas fasilitasi tetap konsisten di setiap batch-nya.
Sangat bisa. Justru kami menyarankan agar Action Plan yang disusun peserta setelah sesi selaras dengan KPI mereka. Kami akan berkoordinasi dengan tim HR/L&D Anda untuk memastikan alignment ini.